Sedang Bertengkar Dengan Pacar? Perhatikan 3 Hal Penting Ini
Relationship expert sekaligus love coach asal Inggris, Matthew Hussey, memberi tahu tiga trik jitu andai kamu sedang cekcok dengan pasangan. Hayooo, siapa yang sedang cekcok dengan pacar dan perlu saran guna berbaikkan dengan si dia? Baca hingga habis, ya!
1. Jangan langsung marah, jajaki cerna masing-masing informasi dengan perlahan
Yup, tarik napas pelan-pelan, lantas keluarkan. Lakukan berulang kali sampai anda mulai tenang. Setelah itu, pikirkan lagi, apakah dalil pertengkaran tersebut pantas membuat hubungan kalian merenggang? Banyak pertengkaran antar pasangan yang sebetulnya timbul melulu karena masalah sepele – namun sebab keduanya tidak beranggapan panjang, masalah kecil tersebut lantas membesar sebab keduanya saling memberi reaksi yang “membakar” sumbu amarah masing-masing. Tak tidak banyak yang lantas menyesal sebab mereka tak terlebih dahulu memungut waktu sejenak guna memproses apa yang sebetulnya terjadi. Nah, sebelum anda dan si dia bernasib sama, ambil masa-masa sejenak untuk mengawal jarak dan pikirkan baik-baik akar persoalan kalian. Ingat: penyesalan memang tidak jarang kali datang terlambat.
2. Mintai saran dari kawan dekat
Dari sekian tidak sedikit teman baik kamu, tentu ada satu yang dapat kamu mintai saran sebab dia selalu dapat bersikap objektif. Alih-alih menelepon rekan yang tidak jarang kali mendukungmu walau tahu kamu melakukan salah, hubungi satu rekan yang tidak jarang kali mau mendengarkan kisah kamu sampai berakhir (bukan yang gemar memotong kisah kamu dengan komentar-komentar negatifnya, ya), dan mintai sarannya. Ia tahu apa yang usahakan anda lakukan. Remember: when you drunk (of emotions), call a WISE sober person.
3. Cobalah guna lebih jujur
Ketika sedang emosi, terdapat dua urusan yang tidak jarang terjadi. Pertama, anda refleks menjadi lebih agresif atau gampang marah. Kedua, anda jadi passive-aggressive, dan alih-alih tidak mempedulikan si dia memahami apa isi hati kamu, kamu malah diam seribu bahasa saat si dia bertanya "Ada apa?", tetapi melampiaskan kekesalan itu pada orang beda (ayo ngaku, siapa yang suka begini?"
Girls, kini ada pilihan lain yang dapat kamu lakukan: yakni "charming candor" - usahakanlah untuk bersikap lebih jujur, dan katakan isi hati anda dengan nada yang tidak menyulut amarah. Bingung bagaimana caranya? Ini contohnya:
Semisal, anda sedang berkencan dengan seorang pria. Ia lelaki yang baik dan humoris, sungguh-sungguh kriteria idamanmu. Namun, masing-masing kali kalian berkencan (anggaplah kalian telah dua kali berkencan), si dia tidak jarang kali meminta bertemu di sekitar wilayah kantornya – yang sebetulnya jauh sekali dari lokasi kerja kamu. Suatu hari, ia mengirim pesan untuk menyuruh bertemu, “Hey, inginkan coba restoran sushi baru di sekitar kantorku?” Alih-alih malas membalas pesannya dengan jawaban ya karena anda pasrah, atau malah melampiaskan kekesalan pada si dia sebab si dia tidak peka, jawablah dengan nada yang playful, dan tambahkan emoji. Balas laksana ini: “Sepertinya telah giliranmu guna main-main ke wilayah kantorku :p”
That is charming candor, anda tetap menjaga sisi playful seraya memberi tahu dengan jujur apa yang anda rasakan. Dengan begitu, si dia dapat mengetahui apa yang sebetulnya kamu mau tanpa butuh menerawang karena anda diam seribu bahasa, atau yang sangat buruk ialah menyulut pertengkaran sebab sebuah masalah kecil.
Bagaimana? Sudah tahu apa yang mesti anda lakukan sekarang? Selamat berbaikkan dengan si dia, girls!
