Friday, 19 July 2019

Ternyata Bobok Bareng Sama Kucing Punya 4 Manfaat Ini Lho!

Ternyata Bobok Bareng Sama Kucing Punya 4 Manfaat Ini Lho!


Punya peliharaan kucing di rumah? Biasanya dimasukin ke kandang nggak bila mau bobok? Weitsss, tidak boleh dimasukin kandang mulu, gengs. Coba ajak deh kucing lo bikin bobok bareng! Iyee bobok bersama sekamar dan sekasur gitu, sebab ternyata bobok bersama ama kucing tuh terdapat manfaatnya. Apa aja manfaatnya? Neehhh~

1. Dengkuran Kucing Bisa Bikin Tulang, Tendon, dan Otot Lo Jadi Lebih Rileks

Pernah nggak sih lo elus-elus kucing, terus seketika mereka ngeluarin suara purrrr purrr purrr gitu? Nah, itulah dengkuran kucing. Ternyata dengkuran kucing yang kenceng tersebut punya guna lho bikin manusia. Dari dengkuran itu, lo dapat dapet terapi cuma-cuma untuk menciptakan rileks tulang, tendon, dan otot lo. Magic! Ini disebabkan dengkuran kucing yang punya frekuensi 20-140 Hz tersebut menurut keterangan dari penelitian menyerahkan efek postif bikin tubuh. 

2. Bisa Bikin Bobok Lebih Nyaman

Beberapa riset di Inggris telah mengejar bahwa orang (terutama perempuan) lebih suka istirahat dengan kucing. Ini disebabkan mereka merasa bobok sama kucing lebih nyaman ketimbang manusia, hehe. Sebuah riset baru-baru ini dari Mayo Clinic Center guna Sleep Medicine bisa mengkonfirmasi temuan tersebut yakni 41 persen orang dalam penelitian tersebut mengindikasikan bahwa mereka istirahat lebih nyenyak sebab peliharaan mereka, sementara melulu 20 persen menuliskan bahwa tersebut menyebabkan gangguan.

3. Mengurasi Stress dan Kecemasan

Kalau lo lagi stres dan khawatir berat, bobok sama kucing dapat mengurangi urusan itu. Ini disebabkan kucing dapat membantu mencungkil senyawa kimia yang dapat mendinginkan tubuh lo biar sekaligus menurunkan stres sekaligus rasa cemas. 

4. Bikin Jadi Kebal Sama Banyak Alergi

Pada tahun 2002, National Institutes of Health merilis sebuah riset yang mendapati anak-anak di bawah setahun yang terkena kucing rupanya mengembangkan tubuhnya guna kebal dengan sekian banyak  alergi. Berdasarkan keterangan dari Marshall Plaut, MD, kepala unsur mekanisme alergi di Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, "paparan fauna peliharaan yang lebih tidak jarang di mula kehidupan menciptakan tubuh seseorang tidak melulu kebal alergi hewan, tetapi kebal dengan sekian banyak  alergi laksana tungai, debu, dan rumput,"