Showing posts with label kemerdekaan. Show all posts
Showing posts with label kemerdekaan. Show all posts

Saturday, 17 August 2019

5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta untuk Sambut HUT ke 74 RI



5 Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta untuk Sambut HUT ke 74 RI


Menyambut HUT ke-74 RI, lokasi wisata sejarah di Jakarta ini sesuai sekali guna dikunjungi.

Kamu dapat datang ke lokasi wisata sejarah ini untuk mengenang Hari Kemerdekaan Indonesia.

Dengan menguras waktu liburan pergi ke lokasi wisata sejarah di Jakarta, kamu dapat mengenang pulang perjuangan rakyat Indonesia.

Menariknya lagi, satu di antara sejumlah tempat wisata sejarah di Jakarta ini mempunyai bangunan yang khusus diciptakan untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia.

Berikut TribunTravel merekomendasikan lokasi wisata sejarah di Jakarta yang dapat kamu kunjungi guna sambut HUT ke 74 RI.

1. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi atau tidak jarang disebut sebagai Munasprok ini dapat jadi opsi tepat guna liburan.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi bertempat di Jalan Imam Bonjol nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat.

Dulunya, Museum Perumusan Naskah Proklamasi dijadikan sebagai tempat lokasi tinggal Laksamana Maeda sampai tahun 1992 dialihfungsikan menjadi museum.

Terdapat empat ruangan yang mengandung benda bersejarah dari figur ternama di Indonesia.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi dijadikan lokasi untuk memperingati peristiwa perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

2. Tugu Proklamasi

Tugu Proklamasi atau akrab dinamakan Tugu Petir bertempat di Jalan Proklamasi nomor 10, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

Tugu Proklamasi di bina untuk mengenang proklamasi kebebasan RI.

Dulunya, Tugu Proklamasi dijadikan lokasi berkumpulnya demonstran untuk mendengungkan pendapat.

Jika berangjangsana ke Tugu Proklamasi, anda akan menyaksikan ada dua patung yang berdiri kokoh.

Patung itu adalahpatung Soekarno - Hatta yang berdiri bersebelahan untuk membacakan naskah proklamasi.

3. Museum Sumpah Pemuda
Museum Sumpah Pemuda ialah museum bersejarah yang bertempat di Jalan Kramat Raya nomor 106, Jakarta Pusat.

Museum Sumpah Pemuda menyimpan koleksi potret dan benda bersejarah yang dapat kamu lihat.

Seperti patung figur pemuda, biola WR Supratman, diorama, kitab saku KBI, sampai Naskah Statemen Perjuangan.

Semua koleksi yang ditabung di Museum Sumpah Pemuda dipamerkan dalam ruangan yang teratur rapi.

Saat berangjangsana ke Museum Sumpah Pemuda, kamu dapat mengenang bagaimana untaian peristiwa Sumpah Pemuda dahulu.

4. Museum Kebangkitan Nasional

Museum Kebangkitan Nasional menyimpan lebih dari 2.000 koleksi yang dapat kamu lihat.

Mulai dari diorama, peta, lukisan, patung, senjata, sampai perlengkapan kesehatan.

Museum Kebangkitan Nasional pun menyimpan instalasi seni RA Kartini.

Kamu bisa berangjangsana ke Museum Kebangkitan Nasional untuk memperingati bagaimana pergerakan canggih oleh Boedi Oetomo dahulu.

Museum Kebangkitan Nasional bertempat di Jalan Dr. Abdul Rahman Saleh nomor 26, Senen, Jakarta Pusat.

5. Monumen Nasional (Monas)

Monumen Nasional atau tidak jarang disebut Monas bertempat di pusat kota Jakarta yang tidak jarang dikunjungi wisatawan.

Monas tidak jarang kali ramai dikunjungi untuk menyaksikan keindahan Kota Jakarta dari puncak Monas.

Di samping untuk menyaksikan keindahan Kota Jakarta, Monas pun dibangun guna wisata sejarah.

Kamu dapat mengenang sejarah perjuangan Bangsa Indonesia dari jaman pertempuran dahulu.

Monas pun dilengkapi dengan taman yang estetis dan unik untuk beristirahat dengan keluarga andai lelah jalan-jalan.

Ini 6 Makanan yang Dijadikan Bekal Pahlawan Melawan Penjajah

Ini 6 Makanan yang Dijadikan Bekal Pahlawan Melawan Penjajah 

Sejumlah anak sedang bermain di sebuah air terjun sambil membawa bendera Merah Putih. [Shutterstock]

Warga Indonesia akan mengenang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74.

Ya, tanpa terasa, telah 74 tahun lamanya semenjak Indonesia memproklamasikan kebebasan mereka di tengah gempuran semua penjajah.

Demi kemerdekaan, ribuan rakyat Indonesia saat tersebut harus rela turun ke medan perang. Tak hanya senjata, semua pahlawan ini pun harus membawa perbekalan makanan.

Sayangnya, sebab banyaknya hasil bumi yang dieksploitasi penjajah, bekal makanan yang dapat mereka bawa pun termasuk seadanya.

Dirangkum Suara.com dari sekian banyak  sumber, inilah sejumlah panganan simpel yang kala tersebut dijadikan bekal dan sumber energi melawan penjajah.

1. Ubi dan singkong rebus


Bukan nasi, semua pahlawan Indonesia ketika dulu memakai ubi dan singkong sebagai pengganti karbohidrat.

Malahan, ubi adalahsumber karbohidrat yang baik sebab mempunyai kandungan vitamin B, C, dan fosfor yang bagus guna daya tahan tubuh.

2. Tiwul


Di zaman sekarang, tiwul lebih sering dibeli sebagai oleh-oleh khas dikomparasikan makanan sehari-hari.

Namun, di era Agresi Militer Belanda 2, tiwul menjadi makanan pengganjal perut yang efektif.

Hal ini disebabkan tiwul mempunyai masa simpan yang lama sehingga sesuai dijadikan perbekalan di ketika perang.

3. Pisang rebus


Pisang rebus pun menjadi bekal yang praktis sebab tanaman pisang ketika itu tidak sedikit tumbuh binal di pedesaan.

Di samping itu, pisang rebus pun dapat menjadi sumber energi untuk para pahlawan.

Berbeda dengan zaman sekarang, pisang rebus lebih tidak jarang dijadikan camilan saat membual atau kumpul-kumpul.

4. Nasi jagung

Di samping sumber karbohidrat di atas, jagung pun dapat diubah menjadi nasi jagung kemudian dijadikan perbekalan.

Nasi jagung pun adalahsumber karbohidrat yang kaya nutrisi. Tak hanya untuk pahlawan perang, nasi jagung juga tidak sedikit dikonsumsi penduduk Indonesia ketika itu.

5. Telur asin


Bekal semua pahlawan pasti tak lumayan hanya makanan pokok saja. Salah satu lauk yang sering dijadikan pelengkap ialah telur asin.

Ini sebab telur asin mempunyai sifat yang lebih tahan lama dibandingkan telur biasa, pun kandungan gizi yang tinggi.

6. Leughok

Terakhir, terdapat leughok yang tercipta dari remasan pisang kepok dan sagu. Leughok ini kerap diangkut pejuang Aceh.

Biasanya, leughok disajikan dengan taburan parutan kelapa dan gula pasir.