Sunday, 15 September 2019

Punya Gigi Gingsul, Bahaya atau Tidak?



Punya Gigi Gingsul, Bahaya atau Tidak?

Punya Gigi Gingsul, Bahaya atau Tidak?

Tamantoto Togel HK - Tidak seluruh orang giginya tumbuh secara apik dan teratur. Ada orang-orang yang giginya tumbuh berantakan, jarang-jarang, atau tumbuh tidak di lokasi yang seharusnya laksana gigi gingsul. Terkadang kondisi-kondisi tersebut membuat orang yang mengalaminya menjadi tampil tidak cukup percaya diri.

Namun mayoritas orang yang mempunyai gigi gingsul justeru senang dengan situasi itu. Sebab mereka, terutama perempuan, memandang gigi gingsul mempercantik wajahnya saat senyum. Lantas, apa yang sebenarnya mengakibatkan terjadinya gigi gingsul?

Berdasarkan keterangan dari dokter spesialis gigi, drg. Diono Susilo, MPH, gigi gingsul terjadi karena hal keturunan. Kondisi ini lebih tidak jarang terjadi pada anak-anak yang mempunyai orangtua dengan ukuran tubuh tidak seimbang. Misal ayahnya bertubuh besar sementara ibunya bertubuh kecil, atau sebaliknya.


Pasien dan dokter gigi
"Bisa dibayangkan saat anaknya bermunculan ia mempunyai rahang ibunya yang (ukuran) kecil. Tapi gigi yang tumbuh mengekor gen dari ayahnya yang ukurannya besar-besar. Hal tersebut membuat tidak seluruh gigi mendapatkan lokasi yang pas guna tumbuh," jelas drg. Diono saat didatangi Okezone dalam suatu acara, Jumat, 13 September 2019 di Jakarta.

Dirinya menambahkan, situasi serupa dapat juga terjadi pada anak-anak yang tumbuh giginya jarang-jarang. Bisa jadi anak itu mewarisi ukuran rahang yang besar namun gigi yang tumbuh ukurannya kecil. Beruntung kondisi-kondisi semacam ini dapat diatasi dengan teknik melakukan pemasangan kawat gigi bilamana mereka yang memilikinya merasa tidak nyaman.

"Perlu dikenang jika gigi gingsul tersebut tidak berbahaya. Malah guna sebagian orang, gigi gingsul dianggap buat cantik. Tapi bila sampai mengganggu pengunyahan, baru mesti dilaksanakan tindakan," jelas drg. Diono.

Sebelum mengerjakan tindakan terhadap gigi gingsul, drg. Diono menekankan terdapat dua urusan yang butuh diperhatikan. Pertama faedah pengunyahan makanan terganggu atau tidak.

Apabila terdapat gangguan, maka dilaksanakan perataan dengan pemakaian kawat gigi. Nantinya gigi belakang bakal dicabut supaya gigi gingsul dapat masuk sejajar dengan gigi lainnya.

Hal kedua yang butuh diperhatikan ialah fungsi estetik. Beberapa orang terdapat yang merasa gigi gingsulnya justeru membuat penampilannya tidak cukup maksimal dan ukurannya tidak pas. Dikatakan drg. Diono urusan itu dapat juga dibetulkan dengan pemasangan kawat gigi.

"Kalau tidak terganggu dengan faedah pengunyahan atau merasa dengan gigi gingsul semakin cantik, silahkan dipertahankan. Tapi perlu dikenang gigi gingsul tersebut bukan satu kelainan, namun pencampuran gen antara orangtua," pungkas drg. Diono.