Monday, 26 August 2019

Matthijs de Ligt Tak Mengira Jadi Pemain Pengganti di Juventus



Matthijs de Ligt Tak Mengira Jadi Pemain Pengganti di Juventus

Matthijs de Ligt - Juventus

Matthijs de Ligt mengatakan bila ia tak mengira melulu duduk di bangku pemain pengganti ketika Juventus berhadapan dengan Parma. Menurutnya, ia tak terbiasa dengan situasi laksana itu.

Juventus membuka Serie A 2019-20 dengan menjalani laga tandang ke markas Parma. Juvenuts membawa pulang poin sarat setelah menang dengan skor 1-0 lewat gol Giorgio Chiellini.

Satu pemandangan unik dari laga tersebut ialah keberadaan Matthijs de Ligt di bangku pemain pengganti. Walaupun ditebus mahal dari Ajax, de Ligt tak mendapat garansi untuk menjadi starter.

Pemain berusia 20 tahun tersebut menyangka tidak terpilih dalam starting lineup Juventus.

"Saya lebih senang bila diandalkan  untuk tampil. Saya tidak mendapat informasi apa pun saat latihan, saya pikir saya dapat tampil pada laga kemarin," ujar de Ligt.

"Saya memuliakan keputusan pelatih. Saya tahu, saya masih beradaptasi di Italia. Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellin sudah menjadi tandem guna periode yang lama. Mereka ialah satu salah satu tandem bek terbaik di dunia."

"Hal ini menciptakan saya terpacu guna bekerja lebih keras lagi. Saya mesti dapat membuktikan bila saya layak untuk menjadi opsi utama," ungkap de Ligt.

Juventus tidak ditemani Maurizio Sarri saat berhadapan dengan Parma sebab menjalani proses pemulihan dampak pneumonia. Namun, ia tetap menilai pemain yang tampil pada laga tersebut.

Masih Beradaptasi


Matthijs de Ligt mengakui bila ia terus berjuang mencocokkan dirinya dengan Italia. Ia menyatakan sangat merasakan waktunya di negara tersebut.

"Saya masih berjuang belajar bahasa Italia. Saya hendak fasih supaya bisa memahami dan menjalankan instruksi pelatih dengan baik."

"Saya mengekor kursus bahasa Italia sekitar lima kali dalam satu minggu. Saya yakin dapat menjadi opsi utama begitu saya menguasai bahasa Italia," ungkap de Ligt.