Sunday, 18 August 2019

Kebiasaan Ini Bikin Hubungan Nggak Sehat, Lho. Kurang-kurangin, Yuk!

Kebiasaan Ini Bikin Hubungan Nggak Sehat, Lho. Kurang-kurangin, Yuk!


Sekian lama menjalani hubungan asmara dengan si dia, bukannya anda semakin mengetahui satu sama lain, justeru semakin tidak sedikit konflik yang terjadi masing-masing hari. Kamu juga bertanya-tanya apa yang salah, kenapa begini, kenapa begitu. Barangkali anda bahkan telah mulai menyalahkan si dia atau curiga berlebihan. Padahal dapat jadi anda sendiri mempunyai kebiasaan-kebiasaan destruktif yang merusak hubunganmu secara perlahan.

1. Maunya ke mana-mana berdua

Kamu kan telah dewasa, masa iya santap aja mesti berdua, melakukan pembelian barang harus ditemani dia, inginkan pergi sama rekan harus dia yang mengantar? Kasihan dong, pacarmu jadi nggak punya me time. Lagipula dia kan bukan tukang ojek, bukan sopir individu yang harus mengantarmu ke mana saja. Pergi sendiri nggak terdapat ruginya kok. Terlalu sering bareng juga bisa buat kalian cepat bosan, lho.

2. Mengecek gawainya dengan atau tanpa persetujuannya

Segitu nggak percayanya sama pacar sendiri hingga merasa mesti selalu memeriksa handphone-nya masing-masing saat? Bahkan meskipun sejak mula kalian setuju guna sama-sama boleh mengecek chat, potret bahkan hingga buka-bukaan password media sosial, ini sebetulnya sudah masuk ranah privasi yang seharusnya tidak ditembus sejak awal. Apa perlunya sih? Kalau dari mula nggak percaya ya mending nggak usah pacaran aja sekalian. Apalagi bila kamu mengecek isi gawainya tanpa sepengetahuannya. Wah melanggar lokasi privat sis. Kurang-kurangin ya. Kalau curiga ya mending langsung tanya daripada kaya gitu.

3. Melarang dia nongkrong sama teman-temannya

Mau nobar nggak boleh, ngopi berakhir kerja bersama teman sekantor nggak boleh, dota nggak boleh, lah anda pacarnya apa ibu kos sih kok hobinya melarang? Dia pun berhak atas masa-masa dan dunianya sendiri, lagipula kalau dunia itu ialah rutinitasnya semenjak sebelum pacaran sama kamu. Nggak seluruh hal mesti diolah setelah berpacaran. Semakin anda melarang, semakin berontak pula dia. Mungkin dia mengiyakan saja, tapi justeru esoknya melakukan tersebut semua sembunyi-sembunyi. Nggak inginkan kan punya pacar begitu? Makanya izinin aja, namun beri batasan bila memang telah keterlaluan, contohnya dota menguras waktu istirahatnya hingga ngantuk terus pas kerja, baru diingatkan.

4. Mengejek ia di depan teman-temannya

Maksudmu mungkin melulu bercanda, namun nggak seluruh ejekan lagipula yang sifatnya inside jokes dapat begitu saja dilempar di depan tidak sedikit orang. Jangan hingga harga dirinya terluka saat sedang bareng teman-temannya. Kalau dia menangis pas nonton The Notebook bersama kamu, nggak butuh kan teman-temannya tahu juga? Simpan it guna berdua. Ego cowok yang terluka di depan teman-temannya bisa buat dia benci sama anda lho. Amit-amit jabang bayi deh ya.

5. Marah dengan teknik mendiamkan

Silent treatment is so last century, dear. Kamu punya benak dan mulut. Kalau terdapat masalah, bicarakan. Ingat, cowokmu bukan paranormal yang dapat baca benak tanpa anda bilang apa-apa. Berhentilah jadi cewek yang seringkali jadi figur utama di teenlit atau FTV, karena tersebut udah basi. Anggapan bahwa ‘cowok tidak jarang kali salah dan cewek tidak jarang kali benar’ hanya disetujui oleh cewek-cewek yang anti kompromi dan secara nggak langsung menindas si cowok. Kalau dia salah ya dibilangin dan jajaki dibenerin dong, tidak boleh didiemin aja.

'. Hayoo siapa yang masih suka mengerjakan hal-hal di atas ke cowoknya sendiri? Yuk dikurang-kurangin, girls. Koreksi diri, introspeksi, kemudian review hubungan cintamu dengan dia. Diskusi berdua, mana yang dapat dikompromikan, mana yang tidak. Sebuah hubungan bertahan atau tidaknya ditentukan dua orang.