Wednesday, 7 August 2019

7 Hal Yang Bisa Merusak Konsentrasi Kerja di Kantor



7 Hal Yang Bisa Merusak Konsentrasi Kerja di Kantor

7 Hal Yang Bisa Merusak Konsentrasi Kerja di Kantor

Saat bekerja di kantor, kita dituntut berkonsentrasi supaya waktu bekerja lebih optimal dan hasilnya memuaskan.

Berkonsentrasi sarat dalam bekerja bakal meminimalkan kekeliruan atau human error ketika bekerja.

Namun sekian banyak  situasi membuat tidak sedikit gangguan yang memindahkan perhatian dan merusak fokus kerja. Beberapa gangguan terkadang tak disadari keberadaannya, tetapi memecah konsentrasi.

Apa saja gangguan-gangguan itu?

Smartphone

Era sekarang, nyaris semua orang menggenggam smartphone atau ponsel modern yang menghubungkan anda dengan dunia maya. Fungsi ponsel pintar tak sekadar guna telepon atau mengirim pesan singkat, tapi dapat mengakses e-mail, juga sekian banyak  notifikasi dari akun jejaring sosial. Nah, banyak sekali orang langsung menggenggam ponsel begitu ponsel berbunyi, sekalipun melulu menandakan notifikasi dari jejaring sosial atau messenger. Jika tak hendak konsentrasi kerja terganggu, usahakan jauhkan ponsel atau sangat tidak matikan nada dering sekitar Anda fokus bekerja.

Jejaring sosial

Siapa yang tak penasaran mendengar bunyi notifikasi dari ponsel, menyimak mention masuk ke Twitter, post baru di wall Facebook, banjir surat di e-mail, atau pesan baru di kolom chatting? Berseluncur di akun-akun jejaring sosial tak melulu membuat fokus buyar, namun bisa buat orang tak sempat waktu. Dalam situasi Anda dituntut berkonsentrasi tinggi, usahakan tidak boleh membuka akun jejaring sosial di internet. Percuma ponsel dijauhkan, namun Anda tetap membukanya di komputer.

Makanan

Perut kosong dapat mengakibatkan gelisah dan hilang konsentrasi. Sebaliknya, andai meja kerja kita dipenuhi sekian banyak  makanan dan camilan, bisa-bisa tangan tak berhenti menjumput makanan dan mulut tak berhenti mengunyah. Dalam kondisi bekerja yang serius, Anda mesti meyakinkan tubuh Anda telah mendapat asupan makanan yang cukup. Biasakan sarapan sebelum berangkat kerja dan manfaatkan jam santap siang dengan maksimal.

Mengantuk dan bosan

Siapa juga tak dapat beraktivitas dengan maksimal bila sudah dilanda kantuk dan rasa bosan. Tak usah terlampau memaksakan diri andai kantuk menyerang dan tak terbendung. Daripada terus bekerja dan tidak sedikit melakukan kesalahan, lebih baik istirahatkan tubuh dan mata sejenak. Setelah merasa lebih segar, lanjutkan kembali kegiatan Anda.

Rekan kerja

Saat kita siap bekerja, tiba-tiba tetangga kubikel sebelah curhat. Apa boleh buat, sebagai rekan kerja yang baik, Anda pasti akan memperhatikan curahan hatinya. Lima menit, sepuluh menit, tanpa disadari telah satu jam masa-masa kerja kita terbuang guna mendengar curhat teman kerja. Kalau seandainya curhat masih dilangsungkan panjang, usahakan Anda mohon teman kita melanjutkan ceritanya pada saat santap siang atau sepulang kerja.

Pekerjaan menumpuk

Saking banyaknya yang mesti dikerjakan, kita bingung sendiri, mana kegiatan yang mesti ditamatkan terlebih dulu. Akibatnya, fokus pecah. Daripada semua kegiatan setengah-setengah, lebih baik bikin prioritas. Pilih mana tugas yang mesti didahulukan dan mana yang dapat ditangguhkan sementara.

Masalah pribadi

Bertengkar dengan pasangan, pacar, anak sakit, dan masalah individu lainnya, bila diperbanyak beban kegiatan jelas mengganggu konsentrasi. Bagaimana supaya kerja tetap prima? Di sini profesionalisme kita diuji. Tunjukkan profesionalisme kita dengan mengasingkan masalah individu dan pekerjaan. Tak peduli masalah apa yang sedang kita hadapi di luar kantor, ketika bekerja di kantor semua tersebut harus kita tinggalkan.